Beranda BERITA TERBARU Umat Budha Kota Lhokseumawe kutuk keras Biksu dan militer Myanmar pada etnis...

Umat Budha Kota Lhokseumawe kutuk keras Biksu dan militer Myanmar pada etnis Rohingya

64
BERBAGI

Lhokseumawe-maklumatnews.net Aksi kecaman terhadap kekerasan terhadap etnis muslim Rohingya di Rakhine, Myanmar terus bergulir. Hari ini, umat Budha Kota Lhokseumawe, menyatakan sikap mengutuk aksi kekerasan kemanusiaan yang dilakukan Militer Myanmar dan biksu terhadap etnis Rohingya. Mereka minta Pemerintah Myanmar segera menghentikan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

“Budha tidak pernah mengajari tindakan keji seperti itu, harus segera dihentikan agar Rohingya bisa hidup damai,” tegas Eddy, Ketua Yayasan Vihara Buddha Tirta Lhokseumawe, di halaman Vihara setempat, Kamis (7/9/2017).

Menurut dia, Myamar harus banyak belajar dari kerukunan umat beragama di Aceh, khususnya di Lhokseumawe. Umat beragama di sini dari dulu hingga sekarang selalu hidup berdampingan dan selalu saling menghargai. Dia berharap tindakan keji meliter Myanmar harus sesegera mungkin dihentikan agar etnis Rohingya bisa kembali hidup damai.

Di Lhokseumawe sendiri ada 250 kepala keluarga (KK) umat Buddha yang terus hidup berdampingan dengan umat-umat lain. Ini kata Edi, harus terus dipertahankan keharmonisan yang sudah terjalin sejak dahulu. Dalam Pancasila Budhis, pada sila pertama  jangankan membunuh manusia binatang saja dilarang, maka itu tindakan tidak berprikemanusian militer Myanmar sangat dikecam oleh umat Buddha,” terangnya.

Sementara Pemda Aceh Utara melalui Wakil Bupati, Fauzi Yusuf, mempersilahkan pengungsi Rohingya tinggal sementara di wilayahnya. “Kita siap tampung pengungsi Rohingya, sebagaimana yang pernah kita lakukan waktu lalu. Krisis kemanusian di Myanmar mengugah rasa kemanusian untuk menyelamatkan manusia Rohingya,” ungkap Wabub di kantornya.

Selain itu, Aceh Utara sudah memiliki selter penampungan sementara pengungsi Rohingya di Blang Ado Kecamatan Kuta Makmur. Selter itu kondisinya masih cukup layak untuk menampung pengungsi. “Pemerintah dan rakyat Aceh akan membuka tangan selebar-lebarnya untuk membantu pengungsi,” singung Wabup.

(Azi)⁠⁠⁠⁠

LEAVE A REPLY