Beranda BERITA TERBARU Piagam Penghargaan Award BPI KPNPA RI, Layak Diterima Kapolda Sumbar

Piagam Penghargaan Award BPI KPNPA RI, Layak Diterima Kapolda Sumbar

157
BERBAGI

Padang, Mitrapos – Ketua Umum BPI KPNPA RI Drs. Tb. Rahmad Sukendar, baru-baru ini menyerahkan piagam penghargaan Award BPI KPNPA RI kepada Kapolda Sumbar, Irjen Fahkrizal.SH.MH, Kamis, 10/19/2017.

Penyerahan piagam tersebut dilangsungkan diruangan kerja Kapolda. Berdasarkan survey yang dilakukan secara independen oleh BPI KPNPA RI, patutlah untuk kita acungkan jempol. Hal ini dinilai sewaktu beliau menjabat Kapolda Kalimantan Tengah.

Dari hasil pantauan Mitrapos, terlihat penyerahan Award tersebut, berlangsung dalam suasana yang cukup akrab dan familiar.

Selain itu, adapun penilaian lainnya adalah, berdasarkan dari tingkat kepuasan publik terhadap kinerja polisi. Utamanya Polda Sumbar, dalam melaksanakan tugas yang diamanatkan oleh negara, dan juga sejalan dengan program kapolri yaitu Profesional, Moderen dan Terpercaya atau yang dikenal dengan singkatan “PROMOTER”.

Selain penyerahan berlangsung cukup akrab dan familiar, Kapolda Sumbar juga sangat terharu dengan pemberian Award oleh BPI KPNPA RI ini.

Dikesempatan itu, Kapolda Irjen Fahkrizal.SH.MH, menjelaskan bahwa program prioritas bapak Kapolri Jendral Titio Karnavian dikenal dengan nama PROMOTER yaitu kepanjangan dari Profesional, Modern, Terpercaya. Sebenarnya semua point kegiatan yang ada di dalam program tersebut sudah dilaksanakan oleh POLRI. tetapi dengan program PROMOTER ini agar semua pelayanan dan kegiatan polisi meningkat dan menambah kepercayaan dari masyarakat.

Selain itu, Kapolda juga menjelaskan dari maksud PROMOTER dari setiap penggalannya. Maksud dari “Profesional” yaitu menyatu kepada tugas pokok, anggota harus menguasai bidangnya. Misalnya intel, lantas, sabhara dan bidang yang lainnya, sebutnya.

“Modern” dalam promoter ini diartikan sebagai Konsep. Jadi tidak hanya peralatan saja yang modern tetapi Konsep kepolisian juga harus modern. Konsep kepolisian tradisional atau militeristik harus dihilangkan, maka seorang anggota Polri harus bisa melakukan atau mengedepankan pencegahan sehingga contoh dari modern yaitu anggota yang dulu reaktif sekarang diganti proaktif, sebutnya lagi.

Selanjutnya terpercaya menyangkut masalah cultural. Artinya dalam melaksanakan tugas kepolisian harus bebas dari KKN, guna terwujudnya penegakan hukum yang obyektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan, imbuh Kapolda.

Kapolda berharap “seluruh anggota Polda Sumbar dapat lebih memahami dan melaksanakan Program tersebut.

Bahwasanya, lanjut kapolda, Kapolda Irjen Fahkrizal.SH.MH dalam era globalisasi, institusi Polri harus mampu dan bisa bersinergi dengan segala lapisan, tentunya agar tercipta image Polri yang bukanlah untuk ditakuti, akan tetapi adalan sebuah institusi yang dapat mengayomi serta melindungi masyarakat luas.

Penegakkan hukum, utamanya di Provinsi Sumbar ini, dilaksanakan tanpa tebang pilih. “Hukum harus tetap menjadi panglima dinegeri ini”, ujar Kapolda dengan senyum khasnya.

Acara ditutup dengan berdoa bersama yang juga dihadiri oleh Ketua DPW BPI KPN PA RI SUMBAR bpk Sori Hutagalung, berserta Sekretarisnya, Herman Tanjung. (Red).

LEAVE A REPLY