Beranda BERITA TERBARU KPP Pratama II Padang “Buru” Penyimpangan Pajak Kapal Pesiar

KPP Pratama II Padang “Buru” Penyimpangan Pajak Kapal Pesiar

14
BERBAGI

PADANG (MP)–Beberapa perusahaan perkapalan di bidang jasa traveling yang ada di Kota Padang, disinyalir tidak melaporkan pajak sebagaimana mestinya. Karena jumlah transaksi untuk biaya traveling yang bandrol dengan harga puluhan juta rupiah, tidak sebanding dengan pembayaran pajak yang diterima negara.

Untuk mengungkap itu semua, Kepala kantor Pelayanan Pajak Pratama Wilayah II kota Padang, Eureka Putra saat dikonfirmasi berjanji akan menelusuri dan melakukan pengecekan terhadap perusahaan kapal yang ada guna memastikan kebenarannya, Kamis (16/11) di kantor Pelayanan Pajak Pratama wilayah II kota Padang.

“Apabila ditemukan adanya penyimpangan pajak merugikan negara maka pihaknya akan bertindak tegas. Dan jika ada anggotanya yang “bermain” akan disikat, ucap Eureka.

Ditegaskannya, Penggelapan pajak merupakan tindakan kejahatan yang merugikan negara yang memang harus diatasi.

Perlu diketahui, 85 persen pendapatan negara berasal dari pembayaran wajib pajak. Sedangkan untuk target pajak tahun ini sebesar Rp1,3 triliun terdiri dari PPh, PPn, Biaya Matrai, PBB P3 (sektor perkebunan, perhutanan dan pertambangan), paparnya.

 

KRONOLOGIS

Traveling surfing ke Mentawai yang dijual melalui situs senilai $5.000  (Rp65 juta per-orang) untuk 10 hari perjalanan pulang-pergi (PP) dengan kapasitas kapal maksimal dapat mengangkut 10 orang (diluar awak kapal).

Turis manca negara yang datang melancong dengan tujuan melakukan surfing ke Mentawai menggunakan kapal yang menyandar di Muaro Padang dan Bungus mengundang tanda tanya besar.

Alasannya, Transaksi penjualan tiket traveling surfing Mentawai tanpa ada kontribusi untuk daerah, karena pemesan (transaksi) pembayaran melalui rekening pemilik kapal yang berada di luar negeri.

Artinya, transaksi tersebut tidak dikenakan pajak penghasilan oleh negara, alias nol pajak.

Sejauh manakah peranan kantor Pelayanan Pajak Pratama wilayah II kota Padang dalam menyingkapi transaksi pemesanan tiket melalui situs yang  diduga sudah berlangsung bertahun-tahun, tentunya berdampak terhadap kerugian Negara.

Tunggu berita berikutnya…!!!

#Tim

LEAVE A REPLY