Beranda BERITA TERBARU BPI KPNPA- RI KAWAL TUNTAS KASUS DUGAAN IJAZAH PALSU”YUDAS SABAGALET

BPI KPNPA- RI KAWAL TUNTAS KASUS DUGAAN IJAZAH PALSU”YUDAS SABAGALET

276
BERBAGI

PADANG-MP-Proses penyelidikan dugaan ijazah palsu yudas sabaggalet akan dikawal sampai tuntas oleh Badan Peneliti Independen ( BPI KPNPA RI ),hal ini ditegaskan oleh ketua umum BPI KPNPA RI Drs.Rahmad Sukendar SH, (21/11/17)melalui selulernya 08128239xxxx, saat dimintai tanggapanya terhadap proses penuntasan kasus ini oleh aparat hukum.

Rahmad ” sangat optimis Kasus dugaan ijazah Yudas ini akan segera masuk ke babak baru proses penyedikan.

Karna Penyidik Polda Sumbar selain sudah  memanggil saksi terlapor Yudas sabaggalet,  penyidik Polda  juga memanggil saksi pelapor yaitu” Tuwoloho Telambanua alias Delau, untuk dimintai keteranganya,21/11/2017,hari ini.

Delau” memberikan keteranganya kepada  penyidik Polda tentang adanya kejanggalan,sewaktu Delau memferivikasi ijazah SMA Yudas sabaggalet ke SMA Don Bosco Padang”Terangnya.

Kejanggalan yang di maksud Delau”adanya perbedaan tanggal lahir yang tidak sesuai dengan ijazah Yudas sebelumnya.

Karna menurut Delau pada ijazah SD dan SMP Yudas tertulis tempat tanggal lahirnya di Madobak Mentawai,namun pada ijazah SMA tertulis tempat tanggal lahirnya di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

hal ini yang juga menjadi dasar pertanyaan serta keraguan  Kepala sekolah Don Bosco , pada saat itu  dijabat oleh Ibuk Poppy Fransisca.

Anehnya” lagi pada saat Delau minta Kepala Sekolah SMA Don Bosco” Poppy menanda tangani isian format Surat Keterangan  dari KPU Mentawai pun Kepala Sekolah tidak mau tanda tangan.

Yang mana  isinya BENAR dan TIDAK kalau orang yang bernama Yudas Sab tersebut adalah benar tamatan SMA Don Bosco padang  angkatan 1984-1985, dengan jurusan IPA”Papar Delau.

Kronologis

Selanjutnya kepala sekolah Don Bosco Padang”Poppy Fransisca menyuruh salah seorang staf bahagian arsip bernama Limbong untuk mencari serta mencocokkan data murid tersebut di atas yang bernama Yudas Sab.

Seperti daftar hadir,rapor dari kelas satu sampai kelas tiga,serta bukti pengambilan ijazah dan bukti pendukung lainya.

Namun setelah”Delau menunggu lebih dari satu jam Limbong hanya menemukan Rapor atas nama Yudas Sab,sedangkan data pendukung  yang lainya tidak ditemui di arsip,seperti daftar hadir serta pengambilan ijazah dan bukti pendukung lainya.

Setelah”Delau menemui Ketua Yayasan Prayoga Padang, barulah kepala SMA Don Bosco mau menanda-tangani surat keterangan dari KPU Mentawai tersebut”Ujarnya.

Statement

Ketua Umum BPI KPNPA-RI”Rahmad Sukendar” menegaskan bahwasannya kasus “Yudas ini adalah barometer bagi penegakkan hukum khususnya di Kabupaten Mentawai,karena disamping adanya kasus dugaan ijazah palsu, juga kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Mentawai yang telah kita laporkan ke KPK.

Tentunya kita akan kawal Kasus kasus yang telah kita laporkan baik itu laporan  ke KPK dan juga kepada pihak kepolisian ini sampai  tuntas.

BPI KPNPA RI akan laporkan apabila ada oknum aparat yang bermain/kongkalingkong dalam penuntasan kasus ini.

( HT )

LEAVE A REPLY