Beranda BERITA TERBARU Abdul Aziz Malin Sampono Ketua Asprumnas Sumbar Himbau Masyarakat Kota Padang Jangan...

Abdul Aziz Malin Sampono Ketua Asprumnas Sumbar Himbau Masyarakat Kota Padang Jangan Tertipu Tidak Ada Biaya Sampai Akad Kredit Di Setujui

100
BERBAGI

 

Padang-MP-DPW Asprumnas (Asosiasi Pengembang Dan Pemasar Rumah Nasional ) Sumbar dan bara JP yang baru dilantik beberapa bulan (7/10/2017) lalu kini sudah dilanda konflik internal.

Program sejuta rumah yang diusung Presiden RI Jokowi untuk membantu masyarakat ekonomi menengah bawah untuk memiliki rumah namun disalah gunakan oleh oknum Eks Sekretaris DPW Asprumnas sumbar, berinisial NA

Diduga NA mencatut nama  Asprumnas Sumbar melakuakan pungutan biaya pendaftaran dan adminitrasi kepada calon konsumen pembeli rumah subsidi program sejuta rumah program Presiden Jokowi.

Diketahui NA membebankan biaya kepada calon konsumen sebesar Rp 375 ribu per orang dengan rincian biaya pendaftaran sebesar Rp 125 ribu, kemudian di tambah biaya admintrasi Rp 250 ribu.

Adapun informasi yang di dapat di perkirakan lebih kurang 1000 orang masyarakat  yang akan menjadi konsumen rumah subsidi yang sudah menyetor dana kepada NA dan kawan kawan.

Perihal ini di ungkapkan oleh Ketua DPW Asprumnas Sumbar, Abdul Aziz Malin Sampono saat jumpa Pers sabtu (13/01) di Kantor DPW Asprumnas Sumbar, di Jln Citandui No.2 Padang Baru Kota Padang

Aziz mengatakan bahwasanya DPW Asprumnas Sumbar tidak pernah memungut biaya apapun kepada calom konsumen, sampai dengan akad kredit disetujui pihak Perbakan.

Menurut Aziz oknum NA sudah diberhentian dari jabatan nya sebagai Sekretaris semenjak terbinya surat DPP Asprumnas per tanggal 18 Desember 2017 hasil revisi kepengurusan DPW Sumbar.

Di lain sisi Kordinator Wilyah Nasional DPP Asprumnas “ Risman meminta kepada DPW Asprumnas Sumbar untuk bias mempertanggung jawabkan perbuatan oknum NA yang sudah mencatut nama Asprumnas Sumbar untuk keuntungan diri pribadinya itu, sebab tindakan nya sudah merugikan organisasi Asprumnas.

Menurut Risman oknum NA diberhentikan dari jabatanya tentu sudah berdasarkan AD/ART organisasi, karna ditemui nya pelanggaran serta penyimpangan sehingga dikeluarkan putusan tersebut ungkap Risman.

Melihat fakta fakta di lapangan banyak di temui pelanggaran seperti melecehkan organisasi hanya untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yabg tidak benar.

Sementara itu hingga berita ini di buat oknum NA belum dapat di kompirmasi menghilang bak di telan bumi.

Tunggu berita selanjutnya…..!!!

(tim)

   

 

 

 

 

LEAVE A REPLY